Oleh: hafid | Oktober 24, 2008

Owner Mind Set

Pernahkah anda berempati pada apa yang dipikirkan pemilik perusahaan – bos anda – untuk mejalankan roda usahanya. Menjelang lebaran, sebagian besar karyawan akan mengharapkan THR-an dan sibuk mengalokasikan jadwal belanjanya disamping juga menjadwal cuti untuk pulang kampung berkumpul bersama keluarga. Belum lagi tuntutan karyawan lainnya atas kenaikan gaji tahun depan, bonus karena target terpenuhi, bonus tahunan dan tunjangan lainnya.

Pernahkan terlintas dalam benak anda bagaimana bos anda setiap saat berfikir keras untuk menjalankan roda perusahaan, mencari peluang usaha, menyusun rencana dan anggaran belanja, dan bahkan memikirkan kesejahteraan karyawannya.

Dengan kata lain, pernahkan anda terlintas untuk memiliki owners mind set, yaitu cara berpikir sebagai pemilik perusahaan. Bila jawabannya, ya pernah, berarti setidaknya anda masih ada jiwa entrepreneur.

“Cerita” yang menarik ini diulas secara sederhana namun jelas di majalah SMS – Entrepreneurship Magazine edisi Indonesia October 2008 pada artikel Insight oleh John Fink.

Owner mind set berbeda dengan employee mind set. Mind set karyawan adalah bila dia digaji Rp 20.000 per jam maka bila dia kerja selama 40 jam dalam seminggu maka dia akan menerima Rp 800.000 tetapi dia juga menginginkan mendapatkan gaji Rp 8.000.000 per minggu. Sedangkan owner mind set bila dia memulai usaha maka dia mungkin tidak akan dapat profit apa-apa pada minggu pertama, bulan pertama atau bahkan belum mendapatkan hasil apa-apa hingga beberapa tahun ke depan.

Sebagai ilustrasi kasus Jeff Bezos pendiri Amazon.com yang meninggalkan pekerjaan utamanya dengan gaji $ 1 juta dollar setahun untuk memulai bisnisnya sendiri pada tahun 1994. Baru di tahun ke tujuh yaitu th 2001, Amazon.com baru membukukan keuntungan $ 5.1 juta dollar. Bila Jeff Bezos hanya punya employee mind set niscaya dia tidak akan meninggalkan posisinya sebagai karyawan yang mapan dengan gaji $ 1 juta dollar setahun. Namun karena owner mind set dimiliki oleh Jeff Bezos maka dia siap menanggung segala konsekuensinya, termasuk tidak mendapat profit selama 7 tahun awal usahanya.

Bagaimana dengan anda?


Tanggapan

  1. aku juga pingin usaha loh… terpikir terus untuk bisa punya usaha… tapi usahah apa coba, wong aku ra duwe ide blass….

    Ada yg bisa bantu??????

    Cattan aku nich bukan tidak punya ide usahah sajaj… tapi juga gak punya modal
    dan ga punya bakat sepertinya….

    tapi jadi karyawanpun sayay juga ga punya bakat…. karena aku selalu merasa lebih pinter dari Bosssku……


Beri tanggapan

Your response:

Kategori